“Dimana sih Universitas Oxford yang terkenal itu?”

 

Iffah3 walking in Oxford

“Dimana Universitas Oxford yang terkenal itu? Aku mau dong foto di gerbangnya.” Begitu pertanyaan saya sekaligus permintaan saya pada suami ketika kami baru beberapa hari di kota itu. Dan rupanya pertanyaan yang sama juga sudah sering ditanyakan oleh pengunjung lainnya yang datang ke kota Oxford ini.

Suami dan seorang kawan yang kebetulan bersama kami ketika itu tertawa mendengar pertanyaan saya itu. Otomatis saya mengerinyitkan kening sembari berpikir, ‘apa yang aneh ya dari pertanyaan saya?’ Cukup lumrah kan kalau kita berfoto di depan gerbang atau ikon tertentu dari Universitas apalagi ini Universitas yang terkenal di seluruh dunia. Yang biasanya cuma baca atau dengar namanya, tapi sekarang ketika berada di kotanya, sudah pasti sangat ingin untuk berfoto di depannya. Tapi saudara-saudara, universitas ini rupanya tidak sama dengan universitas lainnya yang ada di tempat kita. Sebutlah misalnya UI atau UGM, kita bisa menemukan gerbangnya dimana disitu terpampang nama dan logo unversitasnya terus bisa deh kita berfoto di depannya sebagai bukti bahwa kita sudah pernah berkunjung ke tempat itu, iya kan?

Nah di sini tuh tidak seperti itu keadaannya. Karena, Universitas ini terdiri dari 38 perguruan tinggi yang masing-masing sebenarnya tergolong independen tapi berada pada satu naungan yang sama, yaitu Universitas Oxford. Cukup mengherankan juga sih kenapa masing-masing perguruan tinggi atau college itu tidak berdiri sendiri saja. Bagaimana sistem pengelolaannya dan lain-lain tentu lebih rumit menurutku karena sistem birokrasinya tentu tidak satu pintu saja karena setelah dari pihak college-nya sendiri masih harus ke atas lagi yaitu pihak universitas oxford itu sendiri. Terus kantor universitas oxford itu sendiri di mana dan banyak pertanyaan lainnya yang bermain di kepala. Atau mereka memilih begitu untuk numpang nama besar ‘Oxford University’ atau justru dengan bersatu itu melahirkan nama besar Universitas Oxford. Ah entahlah, malas mikirnya 🙂

Jadi, menurut wikipedia, Universitas Oxford adalah sebuah “city university” yang tidak memiliki kampus utama tapi terdiri dari beberapa perguruan tinggi, departemen, penginapan, dan fasilitas lainnya yang tersebar di seluruh pusat kota. Pada awal berdirinya yaitu sekitar abad ke-13 universitas itu tidak memiliki bangunan sehingga ceramah diberikan di aula atau gereja yang disewa. Sedangkan para mahasiswanya pada awalnya juga hanya menumpang di rumah-rumah kos para ilmuwan demi melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar yang lebih tinggi. Perguruan tinggi yang paling awal berdiri yaitu University College, didirikan pada tahun 1249 menyusul Balliol College didirikan sekitar 1263, dan Merton College pada 1264.

Diantara nama-nama perguruan tinggi yang ada di bawah Universitas Oxford berikut tahun beridirinya, ini saya copaskan dari website:

The colleges and collegial institutions of the University of Oxford include All Souls (1438), Balliol (1263–68), Brasenose (1509), Christ Church (1546), Corpus Christi (1517), Exeter (1314), Green (1979), Harris Manchester (founded 1786; inc. 1996), Hertford (founded 1740; inc. 1874), Jesus (1571), Keble (founded 1868; inc. 1870), Kellogg (1990), Lady Margaret Hall (founded 1878; inc. 1926), Linacre (1962), Lincoln (1427), Magdalen (1458), Mansfield (founded 1886; inc. 1995), Merton (1264), New (1379), Nuffield (founded 1937; inc. 1958), Oriel (1326), Pembroke (1624), Queen’s (1341), St. Anne’s (founded 1879; inc. 1952), St. Antony’s (1950), St. Catherine’s (1962), St. Cross (1965), St. Edmund Hall (1278), St. Hilda’s (founded 1893; inc. 1926), St. Hugh’s (founded 1886; inc. 1926), St. John’s (1555), St. Peter’s (founded 1929; inc. 1961), Somerville (founded 1879; inc. 1926), Templeton (founded 1965; inc. 1995), Trinity (1554–55), University (1249), Wadham (1612), Wolfson (founded 1966; inc. 1981), and Worcester (founded 1283; inc. 1714). Among the university’s private halls are Blackfriars (founded 1921; inc. 1994), Campion (founded 1896; inc. 1918), Greyfriars (founded 1910; inc. 1957), Regent’s Park College (founded 1810; inc. 1957), St. Benet’s (founded 1897; inc. 1918), and Wycliffe (founded 1877; inc. 1996).

Oke deh, sekian dulu cerita saya tentang Universitas Oxford.

Advertisements

Museum Ashmolean Oxford

Hari cukup cerah, meskipun cuaca sangat dingin. Waktu yang asyik buat jalan-jalan ke pusat kota. Ada satu satu tempat yang sering kami lewati tapi belum sempat kami singgahi. Tapi saya sudah memasukkannya dalam list ‘tempat yang harus dikunjungi’.

Hari itu hari Sabtu, meskipun saya agak ragu apakah museum tersebut akan buka di weekend seperti ini. Tapi saya memutuskan untuk tetap pergi, tokh tempatnya memang tidak jauh dari rumah yang kami tinggali dan kalaupun tidak buka tidak masalah, bisa lanjut muter-muter di sekitar pusat kota Oxford yang kecil. Saya suka sekali sekedar muter-muter di kota ini seperti halnya para turis yang datang ke kota ini. Hampir setiap hari terlihat banyak sekali gerombolan-gerombolan turis dari berbagai bangsa dengan pemandunya masing-masing, berjalan kaki atau menggunakan bus Hop On Hop Off berkeliling kota. Pusat kota Oxford karena kecil rasanya gak sampai sehari juga bisa dikelilingi dengan jalan kaki. Apalagi bila menggunakan sepeda tentu jangkauannya bisa lebih luas, bisa keliling sampai ke Oxford zona tiga sampai lima yang biasa mereka sebut dangan OX2, OX3, OX4 dst.

Oh ya, tempat yang akan kami kunjungi hari itu adalah Museum Ashmolean yang terletak di Beumont Street.  Tempatnya cukup megah dengan bangunan lama beraksitektur tua. Berhadapan dengan hotel yang cukup besar di pusat kota Oxford. Museum Ashmolean ini terkenal sebagai museum seni dan arkeologi terbesar yang didirikan pada tahun 1683. Merupakan bagian dari Universitas Oxford, sehingga dikenal juga sebagai Museum milik universitas pertama di dunia. Museum ini menyajikan berbagai koleksi yang mengagumkan dan cukup banyak, mulai dari mumi Mesir sampai seni kontemporer. Seperti saya bilang tadi, museum ini letaknya cukup strategis karena berada di pusat kota Oxford sehingga tempatnya juga tidak jauh dari tempat yang cukup terkenal lainnya seperti Bodleian Library dll.

Lumayan suka dengan museum ini. Tempatnya rapi, bersih dan semua patung serta artefak tertata sangat rapi. Pengunjungnya juga tidak terlalu banyak sehingga kita bisa lebih santai menikmati setiap tempat.Lumayanlah untuk menghabiskan waktu sambil menghangatkan badan, hehehe. Iya kalau di Indonesia kan, saya suka ke mall karena tempatnya dingin, soalnya cuaca di luar lebih panas. Tapi kalau di sini sebaliknya gitu.
Daerah favorit saya adalah bagian Egypt, karena bisa melihat berbagai macam mumi dengan berbagai tingkatan usia dari mumi bayi sampai yang tua, lelaki dan perempuan. Sambil ngebayangin kayak di film ‘night museum’, ketika tiba-tiba semua mumi dan segala macam patung tetiba hidup, hihihi … sereeeem 🙂

Ok deh, itulah sekilas tentang Ashmolean Museum Oxford. Jadi, kalau ada rejeki jalan-jalan ke Oxford, tempat ini sangat layak untuk dimasukkan dalam daftar yang perlu dikunjungi. Dan yang penting catet ini ya (saya copas dari website):

Opening Hours:

Tuesday – Sunday and Bank Holiday Mondays: 10am – 5pm

Closed Mondays

Admission:

Admission is Free (admission to certain exhibitions may be charged)

Tom Yam sea food ala dapur @Oxford.

dapur@Oxford1

Sampai hari ini belum ketemu pasar basah. Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya kalau saya tuh huaaa, kangen sama pasar basah yang meskipun becek tapi serasa surga ketika melihat tumpukan ikan, cumi, udang dan segala macam sea food.

Di Oxford kok susah ya, ketemu sea food yang fresh gitu. Di sini mah yang ada sea food yang sudah diproses dan dipack rapi dan dijual di supermarket. Saya mau yang fresh .

dapur@Oxford2

Tapi tak apalah, mari kita berkreasi, gunakan apa yang ada. Kebetulan bumbu semacam serai, jahe, lengkuas dan kawan-kawannya bawaan dari Indoneasia masih ada. Habis itu ke Tesco beli udang gede, seafood stik dan kerang, semuanya sudah dikuliti seperti terlihat di foto.

Sampai rumah siapin bumbu yang akan dihaluskan: bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, serai, cabe. Bumbu yang sama sebagiannya dipotong-potong, jadi jangan dihaluskan semua.

Lalu potong-potong sayurnya, saya cuma pake wortel, batang seledri dan daun bawang.

Tumis deh bumbu potong, kecuali tomat dimasukkan belakangan, sampai wangi lalu masukkan bumbu halus. Masukkan wortel tambah air, biar mendidih lalu masukkan sea foodnya, terakhir masukan potongan batang seledri, daun bawang dan tomat.

Selesai ..

The Covered Market in the beautiful city of Oxford

The Covered Market itu maksudnya adalah pasar beratap. Sama dengan pasar-pasar moderen yang ada di Jakarta. Tapi tempatnya tentu saja lebih bersih dan tidak ada area yang becek gitu. Tempatnya persis di pusat kota Oxford. Bisa diakses dari High Street, Market Street atau lewat Golden Cross di Cornmarket Street.

The covered market1

Di ‘Covered Market ini dijual berbagai macam carft, makanan dan minuman jadi ataupun masih mentah. Di sini juga anda bisa membeli sovenir untuk oleh-oleh. Baju-baju dan sepatu juga bisa beli di sini. Pokoknya ‘one stop shopping’, semua ada gitu lah. Termasuk daging mentah, non halal tentunya. Tapi gak ada penjual seafood gitu kayak di pasar kita di Indo. Padahal itu yang saya cari kalau pergi ke pasar. Bau dan becek gak apa-apa tapi rasanya surga banget kalau melihat tumpukan berbagai macam ikan dan sea food segar lainnya.

The covered market2

Padahal niat pertama mampir ke sini itu karena ingin cari ikan segar. Sudah hampir dua minggu di sini tapi saya belum ketemu penjual ikan segar. Duh hidup rasanya kurang tanpa ikan segar, soalnya pemakan ikan gitu loh. Orang Bugis, lauk utama sehari-hari itu ya ikan. Bukannya gak ada ikan sama sekali sih, tapi biasalah ikan yang ada itu ikan yang sudah dipack dalam bentuk filet tak berbumbu, yang sudah dikasi bumbu atau yang sudah diasap. Tapi ini juga dapatnya di supermarket seperti Tesco, dll. Yang dicari gak ketemu jadinya ya foto-foto aja. Tapi bagi yang tidak masalah dengan makanan non halal, anda bisa makan-makan di sini karena juga tersedia warung-warung makan seperti warung makan Thailand, Korea dan warung makan tempatan.

The covered market4

The covered market3

The Covered Market ini yang konon dibangun pada tahun 177-0an dan sudah beroperasi sejak itu mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi kota ini. Makanya tetap dijaga keasliannya dan dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata. Apalagi tempatnya memang sangat strategis persisi di pusat pertokoan di Oxford City Centre yang sekelilingnya juga banyak tempat wisata lainnya seperti Bodleian Library, atau tempat syuting film Harry Potter, Narnia, banyak tempat bersejarah lainnya di sini.

The covered market5

Kabarnya bulan Mei yang lalu Pangeran Charles dan istri berkunjung ke pasar ini. Dan salah satu kedai yang disinggahi beliau dan nyonya adalah penjual kek yang ada di foto di atas itu. Kami juga sempat mampir lama di kedai ini, soalnya kita bisa langsung lihat para pekerjanya mendesain kek dengan berbagai bentuk. Anak saya takjub melihat desain kek-kek yang unik seperti desain lengan yang terpotong, miniatur bangunan Redcliffe Camera dan banyak lagi.

Jadi kalau lagi jalan-jalan ke Oxford, sempatkan mampir ke sini. Siapa tau dapat yang anda cari. Atau paling tidak ambil foto-foto.

 

Seminggu Pertama di Oxford

Gak terasa kita sudah seminggu di kota ini. Oxford, kotanya para ilmuan. Belum juga semua urusan beres dan belum bisa dikatakan sudah settle, tapi ya dinikmati saja. Insya Allah dengan berjalannya waktu semua akan terselesaikan. Jadi mari kita syukuri dan nikmati apa yang ada saat ini 😀 Setelah sekian lama gak ngeblog, rasanya ini waktunya untuk duduk manis lagi, corat coret kisah kasih kita di Jejak Cinta-nya Inci *uhhhuuuy … :D*

cuaca hari ini

Kebetulan cuaca hari ini agak berangin sedikit mendung dengan sesekali matahari memancar kuat dengan suhu berkisar 18 derajat, kombinasi yang cakep, gak panas dan juga gak terlalu dingin. Tapi sebelumnya mari jalan-jalan menikmati kota Oxford. Dari tempat kami tinggal saat ini sangat ideal untuk jalan kaki karena sangat dekat dengan pusat kota dan kampus-kampus serta college-college yang bertebaran di seluruh kota Oxford yang kemudian dikenal dengan Universitas Oxford.

Kami berjalan dari rumah yang  kami tinggali sekarang ini di jalan Leckford Rd, menyeberang jalan menuju jalan kecil di samping gereja tua yang sepi, menyusuri jalan Chalk walk sampai bertemu jalan besar yaitu Banbury Road. Lalu menyusuri jalan tersebut ke arah timur menuju pusat kota. Di sepanjang jalan tersebut kami melewati bangunan-bangunan yang terdiri dari department-department seperti Phisycs, Medical Science, Pharmacology dan banyak lagi yang merupakan bagian dari Univertas Oxford.

Iffah3 walking in Oxford

Di beberapa tempat sempat singgah berfoto, untungnya berdua sama si bungsu, kebetulan dia belum sekolah jadi masih punya teman untuk jalan-jalan dan bisa gantian ambil foto. Menikmati udara dingin nan bersih dengan pemandangan daun-daun yang mulai mengering dan berjatuhan. Makanya musim di bulan ini disebut dengan musim gugur. Saatnya daun-daun mengering dan berguguran sebelum masuknya musim dingin. Musim dimana pohon-pohon dan tumbuhan berhibernasi dan selanjutnya berkembang kembali saat musim semi tiba.

Iffah4 walking in OxfordIffah1 walking in Oxford

Sempat juga singgah di University Parks, sekedar melepas lelah sejenak sambil membaca kembali peta, rute mana yang akan diambil untuk melanjutkan perjalanan. Menurut website University Parks, “This beautiful space, originally owned by Merton College, was purchased by the University in the 1850s and first laid out as a Park for sports and recreational purposes in 1864.” Begitulah sedikit info tentang park ini, cukup tua juga ya usianya.

Mama1 in Oxford

Mama2 in Oxford

Sampai pusat kota, langsung menuju Tesco untuk belanja beberapa barang keperluan hari ini. Alhamdulillah, cukuplah hari ini jalan-jalannya dan kisahnya. Insya Allah besok-besok akan disambung lagi.

Nonton Film KMGP Bareng Mertua

 

image

Nonton film bareng mertua, baru kali ini. Gak sengaja sih sebenarnya ngajak beliau nonton bareng. Kebetulan aja Mama mertua juga mau belanja. Sekalian deh belanja habis itu nonton.

Ditengah jalan sempat terjadi perbincangan antara saya, adek ipar dan Mama mertua. Intinya Mama kurang sreg nonton film di bioskop. Bisa dimengerti karena  menurutnya tempat nonton dan tontonannya tentunya jauh dari Islami.

Saya dan adik ipar lalu menjelaskan sekilas tentang dunia perfileman sekarang ini. Bahwa alhamdulillah perkembangan film-film Islami sekarang ini cukup bagus. Kita jadi punya alternatif tontonan bagus yang layak untuk ditonton oleh kita, orang Islam. Karena itu usaha para sastrawan Islam dan mereka yang telah mensukseskan pembuatan film-film Islami seperti Kang Abik, mbak Asma Nadia dan mbak Helvy Tiana Rosa perlu diapresiasi dan didukung.

Khusus untuk film Ketika Mas Gagah Pergi, saya pribadi, salut sekali dengan usaha mbak Helvy Tiana Rosa yang sudah berhasil membuat film ini. Film yang kabarnya merupakan film ‘indie’ pertama.

Ketika sudah dalam bioskop dan film mulai diputar, saya bisa merasakan Mama dan mungkin sebagian besar orang yang tidak terbiasa menonton film bioskop akan setuju dengan penjelasan kami barusan. Mama dan kami menikmati film yang tersaji dengan sangat cantik dan tekhnik sinematografi yang cukup menarik.

Selain itu film ini juga sarat dengan pesan-pesan inspiratif khususnya bagi mereka yang masih asing dengan konsep tarbiah dan hidayah. Satu pesan yang cukup menohok adalah ‘Ketika kita tidak dapat memahami suatu kebaikan, maka cobalah untuk menghargainya.’

Secara keseluruhan, film ini bagus, meskipun endingnya tidak begitu jelas. Film rupanya sudah habis, tapi karena langsung bersambung dengan iklan sambungannya, jadi agak membingungkan. Apalagi tidak menduga sebelumnya kalau film ini akan bersambung.

Tapi over all, jempol buat Mbak Helvy dan seluruh team pembuatan film ini. Harapan kami akan banyak lagi film-film semacam ini yang terbit, biar bisa ngajak lagi Mama mertua nonton 😄.

Nugget Ayam Sayuran

image

Anak-anak senang sekali makan nugget ayam. Tapi kami tidak sembarangan mengkonsumsi makanan-makanan beku siap saji. Jika bisa dibikin sendiri, lebih baik atau harus ekstra teliti dalam membeli.

Insya Allah bikinan sendiri, halalan toyyibahnya bisa terjaga. Kualitas gizinya juga bisa dimodifikasi sendiri sesuai selera.

Seperti nugget yang saya bikin ini, terdiri dari bahan-bahan: filet ayam, telur, wortel, brokoli dan keju.

Cara bikinnya cukup mudah. Blender filet ayam dengan telur dan bumbu seperti bawang putih, lada dan garam. Keluarkan dan masukkan dalam mangkok lalu tambahkan parutan wotel, brokoli dan keju. Aduk rata, lalu kukus. Setelah itu potong-potong sesuai selera, gulingkan ditepung panir sampai semua sisinya bersalut tepung panir. Simpan dalam frezer dan siap untuk digoreng.

Makaroni Kukus

12645130_10153837758455502_6403099610894058592_n

Makaroni Kukus

Kangen makan makaroni skotel. Kebetulan di dapur ada makaroni, sosej, susu, keju dan telur. Langsung deh dieksekusi.

Makaroni rendam bentar dengan air panas sampai lembut. Tiriskan, lalu tuang ke mangkok. Potong-potong bawang merah dan putih, kocok dengan telur 3 biji, tambah garam lalu tambah susu cair kira-kira aja. Tuang ke makaroni. Tambah sosis yang sudah diris-iris. Tuangi lagi susu cair sampai semua campuran makaroninya terendam. Lalu taburkan parutan keju di atasnya dan kukus deh.

Biasanya saya panggang tapi berhubung belum punya oven dikukus pun jadi dan hasilnya lebih lembut. Dan biasanya juga pake tambahan daging cincang, tp berhubung gak punya, jadinya dibikin aeadanya aja. Taraaa … Dan langsung ludes, dimakan bertiga aja 😅.

5 Tips Sukses Tenang Jalani Hidup

Sahabat Ummi, inilah 5 Tips Sukses Tenang Menjalani Hidup. Mungkin kita punya pandangan berbeda-beda dalam melihat hidup ini. Bagi yang sedang berbahagia, tentunya semuanya akan terlihat indah penuh warna. Tapi bagi yang sedang dihimpit masalah mungkin beda lagi, hidup menjadi sangat berat bagi mereka.

Tidak dapat dinafikan bahwa roda kehidupan memang berputar. Kadang kita berada di atas hingga langit kehidupan nampak cerah. Tapi bagi mereka yang mendapat giliran di bawah pasti yang ada adalah himpitan roda kehidupan. Boro-boro melihat indahnya langit, yang ada adalah sibuk melepaskan diri dari himpitan.

Kenyataan yang ada dalam hidup ini memang demikian adanya. Mungkin saat ini memang bukan giliran kita. Atau mungkin juga kita sedang melaluinya, atau mungkin juga hal itu baru kita lalui. Dimanapun posisi kita saat ini, jangan sampai terlena, tetap realistis dan tetap berusaha dan bersedia mengahadapi tahapan perjalanan selanjutnya.

Baca selengkapnya di:

http://www.ummi-online.com/5-tips-sukses-tenang-menjalani-hidup-.html

Di Mana Mencari Kebahagiaa

imageSahabat Ummi, jika ditanya, apa yang kamu cari dalam hidup ini? Mungkin jawaban pertama yang terlintas dalam pikiran kita adalah kebahagiaan. Tapi apakah kebahagiaan itu? Kebahagiaan bisa sangat berbeda-beda maknanya dan susah untuk dimengerti.

Ada yang menetapkan syarat-syarat tertentu sebagai jaminan kebahagiaan. Misalnya, “Saya hanya akan bahagia jika saya dapat pekerjaan ini, atau saya akan bahagia jika hidup bersamanya, atau saya akan bahagia jika punya ini dan itu.” dan lain sebagainya. Tapi kemudian, apakah setelah mendapatkan itu semua kita jadi benar-benar bahagia?

Baca selengkapnya di :

Di Mana Mencari Kebahagiaan?

http://www.ummi-online.com/di-mana-mencari-kebahagiaan.html

Kiat Agar Tetap Produktif Setiap Hari

Sahabat Ummi, menjaga agar tetap prduktif setiap hari itu tidak mudah, misalnya saja dalam menulis. Hal ini juga sering sekali saya rasakan. Terkadang ada saja halangannya. Entah itu lelah, sress, bosan, gak mood dan lain sebagainya.

Namun ternyata, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk terus menumbuhkan kebiasaan produktif ini. Yuk simak kiat dibawah ini:

http://www.ummi-online.com/kiat-agar-tetap-produktif-setiap-hari.html
http://www.ummi-online.com/kiat-agar-tetap-produktif-setiap-hari.html

Sahabat Ummi, hampir semua dari kita terbiasa menggunakan kosmetik dalam kehidupan sehari-hari. Kalau tidak bedak, mungkin lipstick, deodorant atau parfum. Tapi pernahkah kita membaca dengan teliti bahan apa saja yang terkandung di dalamnya berikut fungsi dan efek samping yang mungkin ditimbulkannya? Tahukah bahwa beberapa bahan tersebut berbahaya terhadap kulit bahkan dalam penggunaan jangka panjang bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kanker?

Berikut ini beberapa bahan yang sering terdapat dalam produk kosmetik dan penjagaan kulit berikut fungsi dan bahaya yang bisa ditimbulkannya.

Kenali Bahaya Bahan Kimia Dalam Kosmetik Kita
http://www.ummi-online.com/kenali-bahaya-bahan-kimia-dalam-kosmetik-kita.html